CIMAHI, Relasi News.Com- Masa reses persidangan I tahun 2026 dimanfaatkan Anggota DPRD Kota Cimahi Dadang Jaenudin untuk turun langsung ke daerah pemilihan, Sabtu 26 April 2026. Berbeda dengan rapat formal di gedung dewan, reses kali ini digelar terbuka agar warga leluasa menyampaikan unek-unek soal pembangunan dan pelayanan publik di Cimahi.
Forum serap aspirasi itu dihadiri beragam elemen masyarakat. Tampak tokoh masyarakat, ketua RT/RW, kader posyandu, pelaku UMKM, hingga perwakilan pemuda dan karang taruna. Antusiasme warga tinggi. Mereka bergantian menyuarakan keluhan mulai dari jalan lingkungan rusak, drainase mampet penyebab banjir, lampu PJU mati, sampai distribusi bantuan sosial yang dinilai belum merata.
Menanggapi derasnya aspirasi, Dadang Jaenudin menegaskan reses bukan agenda seremonial untuk menggugurkan kewajiban.
"Reses adalah kewajiban konstitusional anggota dewan. Aspirasi yang bapak-ibu sampaikan hari ini akan jadi senjata saya untuk mengawal kebijakan dan anggaran di DPRD,” ujarnya.
Meski begitu, Dadang realistis soal keterbatasan fiskal. Ia menjelaskan APBD Cimahi 2026 terdampak kebijakan efisiensi sehingga tidak semua usulan bisa dieksekusi tahun ini. Karena itu skala prioritas wajib ditegakkan.
"Yang mendesak dan menyangkut hajat hidup orang banyak kita dahulukan. Jalan rusak parah, rumah tak layak, drainase penyebab banjir itu prioritas,” tegasnya.
Tak hanya soal infrastruktur, warga juga mengadukan persoalan non-fisik. Mulai dari sulitnya akses layanan kesehatan, kebutuhan peningkatan sarana pendidikan, hingga permintaan pelatihan dan permodalan bagi UMKM.
"Dadang berjanji membawa seluruh catatan itu ke rapat komisi dan Badan Anggaran DPRD. Ia juga akan mendorong OPD teknis turun cek lapangan agar intervensi program lebih tepat sasaran.
Dadang mengapresiasi partisipasi aktif warga yang hadir. Baginya, pembangunan Cimahi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan dewan.
"Butuh kolaborasi. Jangan berhenti di reses. Kawal terus sampai jadi program. Saya siap jadi jembatan warga ke pemerintah,” katanya.
Sebagai penutup, Dadang menyampaikan komitmen politiknya. Seluruh aspirasi yang terjaring akan diperjuangkan masuk APBD Perubahan 2026 atau dimatangkan untuk APBD 2027.
"Tugas saya memperjuangkan. Doakan lancar dan berkah. Kalau kita kompak, Cimahi lebih baik,” pungkas Dadang Jaenudin. (Siti)

